Keagamaan

Kegiatan keagamaan di MTs Negeri 39 Jakarta adalah ruh dari seluruh proses pendidikan yang kami jalankan. Kami meyakini bahwa kecerdasan intelektual harus berpijak pada fondasi spiritual yang kokoh. Berikut beberapa kegiatan yang disediakan oleh MTs Negeri 39 Jakarta untuk mendukung tumbuh kembang peserta didik pada bidang keagamaan

Munaqoysah Tahfiz Al Qur’an

Munaqosyah Tahfiz Al-Qur’an di MTs Negeri 39 Jakarta merupakan agenda strategis yang berfungsi sebagai instrumen evaluasi akhir untuk mengukur capaian hafalan siswa secara objektif dan kredibel. Dalam pelaksanaannya, madrasah bekerja sama dengan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama RI untuk memastikan proses pengujian berjalan sesuai dengan standar nasional yang ditetapkan.

Melalui sinergi ini, para peserta didik diuji langsung untuk memastikan ketepatan tajwid, kefasihan (fashohah), serta kekuatan hafalan (itqon). Program ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk pertanggungjawaban profesional dan spiritual madrasah dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul secara kuantitas, tetapi juga memiliki kualitas bacaan yang sah dan terjaga keasliannya di bawah supervisi lembaga yang kompeten.

Pembelajaran Al Qur’an Metode UMMI

Bekerja sama dengan UMMI Foundation, MTs Negeri 39 Jakarta mendorong pembelajaran Al Qur’an yang efektif, dilakukan setiap hari jumat, Tim Ummi MTs Negeri 39 Jakarta melakukan asesmen terhadap kemampuan Baca Tulis Quran (BTQ) seluruh peserta didik dan membagi mereka terhadap beberapa kelas dan tahapan mulai dari UMMI 1, yaitu tingkatan yang paling rendah mulai dari mengenal huruf hijaiyah, tanda baca dan lainnya hingga Tingkatan akhir untuk memperdalam kemampuan Baca Tulis Qur’an Peserta didik.

Kelas Tahfizh

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an, MTs Negeri 39 Jakarta menghadirkan Kelas Khusus Tahfizh di setiap tingkatannya, mulai dari kelas 7, 8, hingga kelas 9. Program ini dirancang dengan kurikulum yang terintegrasi, memungkinkan siswa untuk fokus mendalami hafalan tanpa mengesampingkan target akademik. Dengan pengelompokan kelas yang spesifik di tiap jenjang, proses murajaah dan ziyadah (tambah hafalan) menjadi lebih intensif, terpantau, dan berkesinambungan hingga siswa menyelesaikan pendidikannya di madrasah.