Oleh: Endang Rahmijati
Kemarin sore saya kedatangan tamu seorang ustadzah yang akan mengisi acara pengajian di komplek tempat kami tinggal. Beliau adalah seorang pengganti dari ustadzah kami yang berhalangan hadir. Wanita bersahaja itu datang cukup jauh dari tempat tinggal kami, beliau berkenan mengisi majelis taklim dengan tanpa bayaran… Gratis loh.
Sambil menunggu teman-teman yang lain datang kami pun berbincang bincang. Beliau berusia 47 tahun dengan 8 anak, dimana suaminya sudah meninggal dunia karena kecelakaan. Dan wanita itu adalah seorang ibu rumah tangga biasa.
Di dalam acara pengajian tersebut, wanita itu menceritakan tentang keluarganya. Suaminya meninggal dunia dengan meninggalkan seorang istri dan 8 anak yang paling kecil usia 2,5 tahun. Suaminya adalah seorang yang sholeh dan senang membantu orang lain yang sedang kesusahan. Bahkan, dengan uang pas-pasan mau berbagi dengan teman atau tetangganya yang terkena musibah. Bukan mau pamer, cuma ingin berbagi kisah, semoga bisa diambil hikmahnya, karena ketika suaminya meninggal dunia, uang takziah yang terkumpul mencapai 100 juta rupiah. Masya Allah… disini lah Allah mengganti atas kebaikan suaminya dengan berlipat-lipat.
Uang 100 juta itu di gunakan buat biaya pemakaman, tabungan sekolah anak, dan memperbaiki atap rumah yang mau ambruk. Ketika sedang merenovasi atap rumah, disini terjadi keajaiban lagi. Orang -orang mengetahui jika beliau senang merenovasi rumah, maka bantuan datang lagi dari arah yang tidak di sangka -sangka. Mereka membantu seikhlasnya dan jumlahnya sebanyak 100 juta lagi. Bukan hanya atap yang direnovasi, tetapi sebagian besar rumahnya juga terenovasi. Dan ternyata sampai sekarang masih ada yang transfer uang tanpa di sebut nama untuk membantu kehidupan ekonomi keluarga beliau. Di sinilah Matematika Allah bekerja. Matematika manusia yang lemah tidak sama dengan matematika Allah SWT yang maha Kuasa.
Untuk bersyukur kepada Allah atas rezeki yang telah di berikan, Beliau mengajar taklim kaum ibu secara gratis alias cuma cuma. Masya Allah…
Barang siapa bersyukur atas rezeki yang di berikan, maka Allah akan menambah rezekinya lagi.
Berbuat baiklah kepada siapa saja dan sekecil apapun, Insya Allah ada balasannya. Rezeki itu milik Allah, jika Allah berkehendak maka Allah akan memberi Rizki dari arah yang tidak di sangka- sangka. Matematika manusia memberi itu berarti berkurang tapi bagi Allah memberi dengan Ikhlas akan menambah rezeki kita sendiri. Allah yang membalasnya dengan jumlah tak terhingga kepada kita.
Siapapun tidak boleh Takabur karena status / pangkat / golongan, karena yang menjamin hidup itu adalah Allah SWT. Maka bekerjalah dengan niat ibadah. Karena Allah akan memberi Rezeki dari arah mana saja dan berlipat-lipat jumlahnya. Berbuat baik dengan ikhlas kepada siapapun, hal itu adalah salah satu cara untuk memperoleh ridho Nya. Bisa kita lihat dalam QS Al-An’am ayat 160, Allah menjanjikan balasan 10x lipat bagi mereka yang mau berbuat baik, bahkan dalam QS Al-baqarah ayat 261, Allah menjanjikan hingga 700 kali lipat.
Hitungan manusia 10 – 1 = 9
Hitungan Allah 10 – 1 = 19 karena 1x 10 = 10, 10 + 9 = 19
Bahkan bisa jadi 10 – 1 = 709 karena 1 x 700 = 700 , 700 + 9 = 709
Dalilnya Al An’am ayat 160 dan Al Baqorah ayat 261 adalah sebagai berikut:
مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَاۚ وَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰٓى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ ١٦٠
Siapa yang berbuat kebaikan, dia akan mendapat balasan sepuluh kali lipatnya. Siapa yang berbuat keburukan, dia tidak akan diberi balasan melainkan yang seimbang dengannya. Mereka (sedikit pun) tidak dizalimi (dirugikan).
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui
Ingat, rezeki itu bukan berupa uang saja, tetapi kesehatan itu rezeki, waktu yang tersisa dan di gunakan buat manfaat itu rezeki, sahabat yang sholeh itu rezeki ,tetangga yang baik itu rezeki, ketenangan itu rezeki dan lain lainnya.
Semoga kisah diatas dapat menginspirasi kita untuk selalu berbuat baik, berprasangka baik, dan yakin kepada Allah SWT yang maha Kaya.
Mohon Maaf bila ada kesalahan. Yang benar itu datangnya dari Allah dan yang salah itu datangnya dari saya pribadi.
