Jakarta, 27 September 2025 — Jakarta Madrasah Competition (JMC) 2025 kembali hadir sebagai ajang bergengsi yang mempertemukan siswa-siswi madrasah dari seluruh DKI Jakarta dalam berbagai cabang lomba. Salah satu cabang yang mencuri perhatian tahun ini adalah E-Sport, yang untuk pertama kalinya dipertandingkan secara resmi di tingkat Madrasah Aliyah.
Sebanyak puluhan tim dari Madrasah Aliyah berpartisipasi dalam kompetisi Mobile Legends: Bang Bang yang digelar di MAN 4 Jakarta, tuan rumah utama JMC 2025 tingkat MA. Fasilitas yang disediakan oleh MAN 4 Jakarta mendapat pujian dari berbagai pihak, termasuk peserta dan pendamping. “MAN 4 Jakarta sangat siap menjadi tuan rumah. Fasilitasnya lengkap, nyaman, dan mendukung jalannya pertandingan dengan lancar,” ujar salah satu peserta dari MAN 13 Jakarta.

MAN 13 Jakarta: E-Sport Adalah Wadah Positif untuk Generasi Muda
Sebagai salah satu peserta aktif dalam cabang E-Sport, MAN 13 Jakarta menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung minat dan bakat siswa di bidang teknologi dan digital. Kepala MAN 13 Jakarta, Yessi Anwar, menyampaikan bahwa partisipasi dalam JMC adalah bentuk nyata pengembangan potensi siswa. “E-Sport bukan sekadar permainan, tapi bagian dari industri kreatif yang berkembang pesat. Ini adalah ruang bagi siswa untuk belajar strategi, kerja sama tim, dan komunikasi,” ujarnya.
Salah satu perwakilan tim MAN 13 juga menambahkan, “E-Sport itu bagus banget buat anak muda sekarang. Kita bisa belajar kerja sama, komunikasi, dan juga bisa berprestasi lewat hobi yang kita suka.”
Pendamping MAN 13 Jakarta: Keseimbangan Antara Belajar dan Bermain
Ibu Ayi, pendamping dari MAN 13 Jakarta, turut memberikan pandangannya tentang pentingnya lomba E-Sport dalam dunia pendidikan madrasah. “Saya sangat mengapresiasi JMC tahun ini karena sudah membuka ruang untuk E-Sport. Ini bisa jadi cara agar anak-anak tetap balance antara belajar formal dan bermain game. Kalau difasilitasi dengan baik, mereka bisa berkembang tanpa harus meninggalkan dunia pendidikan,” ungkapnya.
Orang Tua Mendukung: Hobi yang Tersalurkan dengan Positif
Dukungan juga datang dari orang tua peserta, salah satunya Ibu Mawar, yang menyampaikan rasa bangganya terhadap penyelenggaraan lomba E-Sport. “Kalau ada lomba seperti ini, bagus sih. Anak saya jadi bisa menyalurkan hobinya. Daripada main game terus di rumah tanpa arah, lebih baik ikut kompetisi yang jelas dan terarah seperti ini,” tuturnya.
JMC 2025: Inovasi dan Prestasi Madrasah di Era Digital
Sebagai penyelenggara, Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa JMC bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan karakter dan kreativitas siswa madrasah. “Kami ingin madrasah menjadi pusat lahirnya generasi unggul yang tidak hanya religius, tetapi juga inovatif dan berdaya saing,” ujar Kepala Kanwil, Adib.
Dengan suksesnya pelaksanaan cabang E-Sport di JMC 2025, diharapkan madrasah di Jakarta semakin terbuka terhadap perkembangan zaman dan mampu mencetak generasi yang adaptif terhadap teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual dan pendidikan formal.
