Jakarta – Siswa-siswi MTsN 39 Jakarta kembali menunjukkan semangat berprestasi melalui partisipasi mereka dalam ajang Jakarta Madrasah Competition (JMC) 2025 yang digelar di MAN 4 Jakarta pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Dalam bidang Riset, madrasah ini diwakili oleh dua siswi berbakat, Phibie Nazella Widianingsih dari kelas 8-3 dan Hifza Maida Shazia dari kelas 7-5, dengan membawa judul penelitian “Perilaku Konsumtif Gen Z: Tantangan Penerapan Ekonomi Syariah di Era Digital.”

Karya riset ini berangkat dari fenomena nyata di kalangan remaja masa kini, khususnya Generasi Z, yang hidup di tengah arus deras digitalisasi dan kemudahan berbelanja daring. Menurut Phibie dan Hifza, perilaku konsumtif yang semakin meningkat di kalangan remaja menjadi tantangan tersendiri dalam menerapkan nilai-nilai ekonomi syariah yang menekankan prinsip kesederhanaan, keadilan, dan tanggung jawab finansial.
“Kami ingin mengangkat isu ini karena banyak teman-teman seusia kami yang terbiasa belanja online tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan nilai-nilai syariah,” ujar Phibie Nazella, saat ditemui usai presentasi karya risetnya.
“Melalui penelitian ini, kami ingin mengajak generasi muda agar lebih bijak mengelola keuangan dan memahami pentingnya penerapan ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Hifza Maida.
Riset yang mereka kembangkan memadukan pendekatan kajian literatur, survei sederhana di lingkungan sekolah, serta analisis perilaku konsumsi digital di kalangan pelajar madrasah. Hasil awal menunjukkan bahwa sebagian besar pelajar Gen Z memiliki kesadaran finansial yang masih rendah, namun terbuka untuk mempelajari konsep ekonomi syariah bila dikaitkan dengan aktivitas sehari-hari seperti menabung digital atau bertransaksi online.
Kepala MTsN 39 Jakarta menyampaikan apresiasi tinggi terhadap karya siswanya tersebut. Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang JMC bukan semata-mata soal kompetisi, tetapi juga wadah pembelajaran untuk berpikir kritis, peka terhadap isu sosial, dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Kami bangga karena anak-anak mampu mengaitkan fenomena keseharian dengan nilai-nilai Islam dan menjadikannya bahan riset yang relevan. Semoga penelitian ini bisa menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berpikir dan berkarya,” ujar beliau.
Melalui tema yang diangkat, Phibie dan Hifza berharap hasil riset mereka dapat menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama kalangan muda, agar tidak terjebak dalam gaya hidup konsumtif di era digital. Mereka juga ingin menunjukkan bahwa penerapan ekonomi syariah bukan hanya urusan perbankan atau bisnis besar, tetapi bisa dimulai dari kebiasaan kecil seperti menahan diri dari pembelian impulsif dan memilih produk yang halal serta bermanfaat.
“Kami berharap penelitian ini bisa membuka mata banyak orang bahwa ekonomi syariah itu relevan dengan kehidupan modern. Kalau kita bisa mengendalikan diri dan bijak dalam berbelanja, dampaknya akan terasa bagi ekonomi keluarga dan masyarakat,” tutup keduanya dengan penuh semangat.

Keterlibatan MTsN 39 Jakarta dalam lomba riset JMC 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa madrasah tidak hanya fokus pada aspek keagamaan, tetapi juga turut aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kepedulian sosial. Semoga langkah kecil ini menjadi inspirasi besar bagi generasi muda madrasah untuk terus berinovasi dan berkontribusi positif bagi bangsa dan agama.
